Kamis, 04 Juni 2009

KEPADA SEORANG KAWAN

Imam al-Qurthubi menyebut bahwa syarî’ah artinya adalah agama (ad-din) yang ditetapkan oleh Allah Swt untuk hamba-hamba-Nya yang terdiri dari berbagai hukum dan ketentuan.[4], Makanya menurut Ibn-ul Manzhur syariat itu artinya sama dengan agama

Pengertian ad-din (agama) dalam pandangan Islam sangat berbeda dengan persepsi Barat, agama dalam Islam adalah cara hidup, cara berfikir, berideologi, dan bertindak. Agama meliputi sistem-sistem politik, ekonomi, sosial, undang-undang dan ketata-negaraan.

kata addin disebutkan sebanyak 92 kali, yang meliputi pengertian penyerahan diri, pertaggungjawaban, fitrah untuk menyempurnakan tatanan hidup,tunduk dan patuh/taat. --> Q.S. Ali ‘Imran [3]: 19, Q.S. Az-Zumar [39]: 11-12), (Q.S. Al-Mukmin [40]:64-65), (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 83), (Q.S. Al-Infithar [82]: 17-19), al-Rum:30).dll

JADI SYARIAH ITU ADALAH AGAMA. AGAMA DALAM ISLAM MELIPUTI SELURUH KEHIDUPAN ( cara hidup, cara berfikir, berideologi, dan bertindak. Agama meliputi sistem-sistem politik, ekonomi, sosial, undang-undang dan ketata-negaraan) "KAFFAH" ....TIDAK SEPOTONG-SEPOTONG.

sangat tidak adil rasanya kalau membandingkan SYARIAH dengan UPAH, karena ia bukanlah kata yang sepadan. karena persoalan UPAH sebagian kecil sekali yg diurus oleh syariah itu sendiri.

UPAH / HARGA = tujuan ??....atau alat..
rasulullah saw, mendorong umatnnya untuk kaya (HARGA), para sahabat beliau adalah para praktisi ekonomi yg tidak terbantahkan dalam sejarah.
bahkan dari 10 sahabat beliau yang dijamin masuk syurga hanya ali bin abi talib yang tergolong miskin, 9 lainnya adalah orang2 kaya.

tapi mereka adalah orang2 besahaja, kesederhanaan adalah pilihan sadar mereka bukan karena mereka miskin. ITU KARENA MEREKA TIDAK MENJADIKAN "HARGA" MENJADI TUJUAN.
kedengaranya klise saudaraku... itu karena kita hidup dizaman yang membuat kita tidak merdeka......bahkan untuk berfikir merdeka saja sudah tidak sanggup, karena kita terbelenggu. belenggu itu haya bisa dilepaskan dengan dinnul islam karena islam itu adalah fitrah. berfikir merdeka adalah berfikir dalam fitrah.

Allohua'lam bisawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komentari...